Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Pesona Dieng, Negeri Diatas Awan

Diposting oleh Aditya Ragil on Sabtu, 18 Oktober 2014

Dieng merupakan dataran tinggi yang dikelilinggi oleh pegunungan-pegunungan hijau. Dataran yang terletak di Jawa Tengah ini memang memiliki daya tarik tersendiri untuk Wisatawan domestik ataupun mancanegara.


dieng


Beberapa wisatawan menamakan Dieng dengan Surga Tersembunyi di Pulau Jawa. Sebutan tersebut merupakan makna kiasan yang menunjukkan betapa indahnya pemandangan dataran tinggi Dieng.

Wilayah Dieng sendiri terdapat dua wilayah Kabupaten. Dieng Kulon masuk dalam kawasan Kabupaten Batur, Banjarnegara, sedangkan Dieng Wetan masuk dalam kawasan Kabupaten Wonosobo.

Dataran tinggi Dieng berada dalam 2.000 m DPL (diatas permukaan laut), dengan suhu antara 8-22 derajat Celcius pada musim kemarau, bila musim hujan suhu dapat turun drastis bisa mencapai 0 derajat Celcius.

Jalur menuju Dieng juga cukup mudah, misal dari arah Yogyakarta, bisa Yogyakarta-Sleman-Tempel dilanjut jalur Magelang-Secang – Temanggung-Parakan – Kertek-Wonosobo – Kejajar -Dieng. Atau melalui Jalur Purwokerto - Sokaraja – Purbalingga-Bukateja – Klampok-Banjarnegara – Selomerto-Wonosobo – Kejajar-Dieng.

Sepanjang perjalanan Anda menuju Dieng akan disuguhi panorama indah di sepanjang kanan kiri jalan dengan suasana jalan yang berliku-liku dan pemandangan gunung. Hal tersebut menjadikan Anda tak ingin melewatkan setiap pandangannya.
More aboutPesona Dieng, Negeri Diatas Awan

Wisata Gunung Sumbing

Diposting oleh Aditya Ragil on Rabu, 15 Oktober 2014

Keindahan alam di Indonesia sudah tidak bisa ditanyakan lagi, salah satu keindahan gunung-gunungnya. Salah satunya adalah Gunung Sumbing. Berdiri kokoh dengan ketinggian 3371 mdpl, yang berdampingan dengan Gunung Sindoro yang sering disebut dengan gunung kembar. Gunung tertinggi kedua setelah Gunung Slamet ini juga masih memiliki kawah yang aktif.

gunung sumbing


Letak dan Transportasi

Terletak dalam tiga kawasan kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo, Temanggung dan Magelang. Dengan jalur dari Garung, Cepit dan Bogowongso.

Yang paling banyak digunakan adalah jalur Garung, jalur ini yang paling mudah. Anda bisa berhenti di depan Gapuro Garung, tepatnya di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Jalan turunan ke arah Wonosobo, dari Temanggung. Untuk mencapai Basecamp Anda membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk mencapainya atau dengan ojek dari Gapura.

Kiandahan Alam

Keindahan alam dari Gunung Sumbing tidak hanya indah dari bawah, tetapi keindahan juga terpancar saat Anda berada dipuncak.

Jalur yang bisa dilalui dari jalur Garung ada dua jalur, jalur lama dan jalur baru. Kedua jalur tidak begitu berbeda, hanya untuk yang jalur baru lebih mudah, nantinya akan bertemu di Peken Setan atau Pasar Setan. Normalnya butuh waktu 8 jam.

Awal perjalanan dari basecamp, awal pendaki akan melewati jalanan tanjakan dengan sekeliling penuh kebun sayur. Batas terletak pada jalur lama KM IV, dengan batas hutan dan kebun (Bosweisen) jalan berpasir dan dengan tanah liat.  Dan melewati dua bukit Genus dan Seduplak, sedang untuk jalur baru batas hutan hanya sampai KM III.

Terdapat 2 Pos, Pos 1 yang sebelumnya harus melewati sungai. Selanjutnya menuju Pos 2 (Gatakan 2240 mdpl). Pos ini biasanya digunakan untuk membangun tenda, sebab tempatnya yang realtif aman. Perjalanan dilanjutkan ke Pestan (2437 mdpl) dengan area luas dan terbuka. Disini bisa dengan mendirikan tenda, tetapi kurang aman karena sering ada badai besar.

Selanjutnya sampai di Pasar Watu dengan mengambil jalan kanan menurun ke kiri mengitari dinding batu yang terjal. Setelah itu pendaki sampai di Watu Kotak. Menurut masyarakat setempat, ada larangan untuk membuang hajat didaerah ini dipercaya daerah yang keramat. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Tanah Putih dengan dipenuhi batuan kapur yang mudah longsor. Puncak pertama (Puncak Buntu, 3362 mdpl) akan dicapai setelah melewati Tanah Putih dan puncak tertinggi adalah puncak Kawah pada ketinggian 3371 mdpl.

Puncak gunung ini memiliki pemadangan yang begitu indah dan menakjubkan dengan tebing-tebing yang terjal, dan kawah-kawah kecil yang masih aktif dan mengandung belerang.

More aboutWisata Gunung Sumbing

Danau Menjer, Wisata Alam di Kaki Pegunungan Dieng

Diposting oleh Aditya Ragil on Rabu, 08 Oktober 2014

Saat Anda memasuki kota Wonosobo, awal yang akan dirasakan adalah keindahan alam serta keanekaragaman budaya yang ada. Banyak wisata alam yang begitu memanjakan mata.

Danau Menjer


Pesona alam yang disuguhkan sungguhlah mempesona, salah satunya adalah danau menjer. Danau menjer terletak di desa Maron, kecamatan Garung. Dari kecamatan Garung berjarak sekitar 2 km. Dinamakan danau menjer karena dulunya desa Maron adalah desa baru yang dulunya adalah bagian dari desa Menjer.

Awal mula terbentuknya telaga menjer ini adanya letusan vulkanik dari kaki gunung Pakuwaja. Dulu hanya dari mata air biasa disekitar telaga dan juga curah hujan yang tinggi.

Pada masa penjajahan Belanda dengan akan dibangunnya PLTA Garung dibawah telaga tersebut, maka dibendunglah sebagian sungai Serayu. Ynag dimana akan dialirkan melalui terowongan dengan panjang kurang lebih 7 km melewati perkebunan teh PT Tambi. Untuk mengalirkan ke PLTA dibutuhkan pipa dengan diameter mencapai 3 meter menujuk ke PLTA yang berjarak 2 km.

Disana Anda akan merasakan keindahan danau menjer, dengan udara yang sejuk dan menenangkan hati.
More aboutDanau Menjer, Wisata Alam di Kaki Pegunungan Dieng

Buahnya Dewa Dataran Tinggi Dieng, Buah Carica

Diposting oleh Aditya Ragil on Jumat, 12 September 2014

Kamipun telah memasuki wilayah kota Wonosobo, kota dengan keindahan alamnya yang masih terjaga. Memasuki wilayah perbatasan Temanggung - Wonosobo, kami disuguhkan dengan pemandangan dua gunung berapi yang masih muda dan saling bersebrangan. Menambah nilai keindahan dari kota Wonosobo.

buah carica


Sepanjang perjalanan sungguh mata dan perasaan kami takjub dengan keindahan ini. Rute perjalanan ke Dieng memang lebih nyaman jika melalui Kabupaten Wonosobo. Sesampainya di pusat kota Wonosobo suasana masih sejuk dan asri. Disepanjang perjalanan banyak dijual pusat oleh-oleh khas Wonosobo. Wonosobo juga terkenal dengan makanan khasnya yang beragam.

Yang terkenal adalah manisan carica asli Dieng. Kami penasaran dengan manisan carica ini, buah carica ini seperti apa. Perjalananpun kami lanjutkan untuk ke Dieng melihat pohon carica sembari melepas penat dengan menikmati keindahan dataran tinggi Dieng.

Sekitar satu jam dari pusat kota Wonosobo, jalanan tanjakan serta beliku-liku mulai menemani kami, jalan yang hanya bisa dilalui dua kendaraan saja, bahkan pada area tertentu salah satu kendaraan harus berhenti dahulu agar bisa melewati jalan tersebut.

Pemandangan yang indah menghiasai di sepanjang perjalanan ini, tebing-tebing yang curam diubahlah menjadi lahan pertanian yang indah. Pohon carica hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Dieng. Desa dengan penghasil carica terbanyak adalah desa Sembungan. Satu pohon carica bisa menghasilkan 10-20 kg. Buah yang masih tergolong dalam family pepaya ini biasanya hanya dijadikan sebagai tanaman sampingan saja. Tapi dikarenakan tingginya permintaan pasar sehingga lahan-lahan pertanian banyak ditanami pohon carica.

Pohon carica ini memiliki bentuk seperti pepaya pada umumnya, tapi hanya berbeda dalam soal ukurannya. Buah ini lebih kecil. Tapi untuk mengkonsumsinya perlu diolah terlebih dahulu. Rasa buah ini juga lebih unik dan enak. Ada bagian asam pada daging buah, serta bagian selaput samping bijinya terasa manis.

Ada banyak manfaat dari buah carica ini , selain karena rasa buah yang enak dan unik, juga buah ini banyak manfaatnya enzim papain dapat melancarkan percernaan protein, zat agrinin dipercaya bisa menghambat tumbuhnya sel kanker pada payudara, kaya akan vitamin C dan serat.

Tak lupa kami mencoba hasil olahan dari buah carica, yaitu manisan carica. Rasanya memang begitu nikmat dan lezat, tidak salah kalau ada yang mengatakan buah carica adalah buahnya para Dewa.


More aboutBuahnya Dewa Dataran Tinggi Dieng, Buah Carica